merangkai tasbih di senja hari
May 29, 2010

merangkai butiran tasbih dengan berjuta anggan akan kedamaian
merajut benang pengikat tasbih dengan kucuran air mata akan senja yang kan hadir
perlahan tapi pasti seiring menginggat dosa dan sikap yang tak pernah lepas
dibalik hembusan dan kedipan mata yang lemah namun penuh harap
butir tasbih terangkai rapi di jelujur benang tipis, tanpa daya terpangku dikedua lipatan kaki itu
tekadang dia berkeluh saat benang tipis itu tergulung sedikit kusut
terkadang dia menghembuskan nafas lega saat butiran masuk dengan lancar tanpa hambatan
terpaku duduk dengan senyum lembut seorang wanita paruh baya melihat
sang kekasih yang merajut butir tasbih itu senyum penuh harap akan perubahan
dari sang kasih yang selalu berusaha tuk memberikan yg terbaik untuknya
duhai untaian tasbih nan gemulai seiring jari-jari itu menggilir butiranmu
jadikanlah apa yang mereka lakukan sebuah langkah-langkah kecil tuk memperbaiki diri
seiring guliran butir demi butirmu dalam genggaman tangan itu seiring harapan mereka untuk
masa yang mampu membawa mereka sesuai kehendakNYA.
tuk ayahanda dan ibunda
dalam diam…
January 17, 2010

dalam diam,
sayap-sayap hidupku semakin menipis …
aku memandangi berseraknya tanpa air mata
dalam diam,
lurus tatapku terbias oleh siluet dunia …
dan aku tak berdaya dalam setiap heningku
dalam diam,
bundaku slalu berbisik dalam setiap butiran-butiran khilafku …
dan hembusan angin malam slalu menusuk jantung hingga membuatku terlelap
dan dalam diam,
Engkau slalu membuka jendela hati ini
agar nyanyian dara leluasa memutihkan pagiku
agar sang surya tak lelah menyusup menghangatkanku
agar biru laut leluasa mengimbangi penatku
hingga aku tersenyum dalam gita senja yang damai
hingga gugusan bintang menjagaku kembali dalam lelapku
karena aku ingin kembali …
melepas kerinduan di hati
dalam air mata yang suci
dalam kilauan cinta-cinta yang menentramkan
dan dalam naungan cahaya yang tak kan pernah padam
ku hanya bisa berdiam tanpa berucap
ku tak layak berucap tanpa berkeluh di relung
kuhanya harus berdiam…
Sunday, January 17, 2010
dari sebuah perjalanan
January 17, 2010

ketidaksengajaan itu datang begitu saja … tak diundang
bagai hujan tanpa awan, dan
bagai pelangi tanpa hujan
lalu cerita pun mengalir apa adanya
bagai alunan syair puisi sang pujangga, dan bagai lirik lagu sang pecinta …
tersenyum dalam kedamaian cinta
terlena dalam lelapnya asmara
terasa …
rintik hujan bagaikan mutiara kasih,
helai lembayung bagaikan lukisan cinta,
dan kicauan burung bagaikan bait asmara yang menggoda
cinta pun tak berhenti dipersimpangan jalan, walau aku tersudut dalam bayang-bayang itu
walau terasa indah menikmati indahnya maya
kutahu segalanya hanya sekedar angan
yang tak kan membawa masa lalu
yang kan membuat hati menjadi sembilu
yang membuat dada terasa hampa
yang membuat air mata menghiasi wajah
namun aku pun tak ingin angin slalu pergi bersama hilangnya embun dan harumnya tanah
karena pada suatu masa, aku tak ingin kau lepas dari anganku
karena segalanya begitu terasa indah, seindah suara alam yang slalu setia mendampingi kebimbangan hati …
4UU1
January 9, 2010
pagi menjelang tat kala sang bulan mulai beranjak tuk pergi
bersemaikan angin sejuk berderai indah menampakan cahaya kuning berkilau
semalam ku tertidur dengan kekotoran jiwa dengan segala penilaian dunia
semalam ku terpejam saat segaja prasangka berdiri tuk menyambut fana
disaat pagi…
mata ini terkantuk berat di awal pagi nan indah
tubuh ini melemas seiring hangatnya cahaya yang menerpa
hatur sembah kepada sang khalik
tanpa iringan titik-titik air dari kelopak mata ini
menilai segala dengan kepositifan jiwa
menyikapi asa ditengah kebodohan akal
jiwa-jiwa yang yang terisi dengan nafas hangat pembangkit!!
akal-akal yang bodoh akan hal yang tak akan mampu tuk di rencana
menilai fana menyikapi rasa menggugah rindu menaburkan kasih
tuk sang kekasih hati..
menerima…
January 5, 2010

mencoba berdiri dari diri yang terbelenggu nafsu
mencoba menerima untuk memberi
diantara kewajiban dan hak
dalam likunya jalan yang di minta
menyimak belajar dan merasakan
kedewasaan yang terdorong oleh nafas nan memburu
diantara benar dan salahnya logika dan hati yang semakin berteriak
suka dan duka terselubung neoreh legamnya arang di dalam sukma
merintih sedih tat kala semua tlah tertulis
senyum bangga indah merebak mencairkan hati kaku yang terselimutkan keinginan nan hampa
mencoba menanam diantara rimbunya pepohonan yang kokoh
mencoba menuai disaat kecambah usai terbelah
kembali menerima dan menerima seusai berucap “saya terima …..
Tuesday, January 5, 2010 at 11:08am
kapas putih
December 15, 2009

membuka mata tat kala fajar hendak bersinar
menaruh hati pada kapas lembut yang tertiup sejuknya angin shubuh
tak terasa diri ini beranjak terbangun dan terduduk manja
bangun.. bangun dan hadapi hari baru yang panjang untuk dilalui, indah untuk dinikmati, dan tak putus kata tuk bercerita
duhai pujaan hatiku rinduku akan belaian mesramu
terimakasih telah menjaga ku selama ini kau hadapkan aku pada kapas2 lebut yang rentan oleh terpaan angin.
seolah diri berangsur membasuh luka lama nan pedih
secercah harap yang yang tak mungkin kugapai jika tanpa diriMU
malam ke-3
December 12, 2009
Masaku telah dimulai sebelum aku menyadarinya
3 unsur yang menjadi satu yang datang untukNya
Iarat keluarga yang baru saja dikaruniai keturunan
Ada kebahagiaan tercurah tapi jangan lupa dibalik keindahan memang benar terselip kebalikan dari sebuah keindahan tersebut. Lawan dari rasa indah yang sudah sepatutnya disikapi dengans enyum yang indah.
2 di dalam1 hitam dan putih, pagi dan malam yang saling beriringan
Ku sadari semua memang dipermudah untukku menengok dan berjalan kearahNya, keindahan yang kudapatkan tidak sia-sia dan Dia memang memberikan yang terbaik untukku, bukan saat ini ataupun esok lusa bahkan ditahun yang akan datang, Dia memerikanku yang terbaik untukku kelak di alam yang berbeda, dibalik kefanaan dunia
Untuk inilah aku ada, untuk menghadapi semunya
Pilihan selalu hadir dan semua adalah yang terbaik dan akupun dituntut untuk menjalankan pilihanku dengan sikap dan niat yang terbaik
Manusia baru ditengah keluarga yang telah memiliki pondasi yang kuat bahkan akan yang selalu mencengkram erat pada bumi yang dipijaknya
Manusia baru yang membawa masalah baru tidak hanya untuk keluarga yang terlengkapi tapi juga untuk keluarga yang baru saja terbentuk
Terlalu lama aku bercampur dengan kefanaan dan fikiran logis manusia, kurindukan sentuhan lembutNya dihatiku kurindukan genggaman manis tangan-tangan lembutNya
Kuberharap sentuhan, genggaman, pelukan itu hadir melalui orang-orang disekelilingku.
malam ke-2
December 11, 2009
Mencoba berdiri menyusun strategi berencana untuk melangkah diikuti 2 hati sang buah hati, ibarat gayung bersamut seolah asap itu mengepul tanpa hadirnya si api yang menyala.
Dia taudengan pasti didalamnya hati ini berbicara. Panas yang kurasa menimbulkan asap walau tanpa adanya api dan api itu benar-benar tidak di harapkan untuk hadir
Ya Alloh Kau Maha tau segala hal, Kau lepas titik air dari langit Mu berharap hati ini mampu dingin dengan siramanya
malam ke-1
December 10, 2009
Penantian panjangnya seolah kini tleh hadir
Mimpi–mimpi indahku seolah kini terhujud
Seiring janji yang terucap pasti dialam yang fana
Saling tersenyum hangat dan saling menyentuh lemut
Berucap bijak dan tersenyum penuh kasih
Tertawa bahagia dan bersikap penuh keakraban
Terseling kata cinta dan saying dalam setiap perincangan dan kamipun bersyukur dan mengakui bahwa do’a kami terkabul
Ya kami hanya manusia yang baru dihadirkan sebuah rasa saying dan cinta kasih
Selayaknya manusia lain yang saling mengakui nikmat-nikmat yang dihadirkan
Saat kun\berniat akan suatu hal saat itu dia akan menguji kekuatan dari niatku
Memberikan yang terbaik dan berniay hanya kepadaNya satau-satu harapan akan ridho yang akan DIA beri, dan saat niat itu terhujud kudiminta bersikap atas apa yang akan DIA hadirkan ibarat DIA menagih janji-janji manisku dahulu
Saat ini aku hanya bias melakukan yang terbaik atas apa yang telah dihadirkanNYA
Disinlah kecerdasan hati teruji disaat nikmat itu hadir silih berganti DIA selipkan lahkah jitu tuk meraih cinta hakiki, cinta dari hati-hati orang disekelilingku dan cinta kasih putih yang tak mampu ternoda oleh dosa apapun.
Seiring langkahku mewujudkan semua mimpi
Lisanku berucap untuk berjanji
Selepas kata itu terucap seolah akupun masih bermimpi
Bermimpi akan indahnya kasih yang hadir
Mimpi akan cinta yang membelai lembut yang tak kenal terang ataupun gelap
Selayaknya mimpi hadir untuk memuatku tersenyum
Seiring sentuhan lembut yang terasa
Aku terjaga untuk satu hal…
Menjaga mimpi-mimpi ini untuk selalu ada mengisi hangatnya jiwa
Memegang erat rasa yang ada… walau ku sadari segala rasa akan hadir silih berganti
Sebuah awal hidup yang baru, yang telah ku niatkan hanya untukNya
Suatu awal dimana akan kulalui bolak baliknya hati
Awal dimana sikap dalam niat di uji
Memadu kasih dihujung malam
Menbar rasa pada yang kasih
Mewujudkan rasa, menikmati senyum, merengkuh sentuhan lembutNya.
Bercinta untuk sang mimpi, berkeringat peluh tanpa keluh
Menikmati surga di kefanaan
Ingat semua hanya sementara selama nafas itu tetap ada hanya DIA yang mampu mengadakan dan meniadakan semuanya. Jangan pernah merasa memiliki akan suatu hal dalam fananya dunia ini. Saat kau mengaku memiliki sesuatu bersiaplah akan hilangnya.
simpul belai kasih
November 16, 2009
udara sejuk berhembus asa angan terbuai belaian kasih
berpeluk sendu ditengah tawa kasih nan lirih
sampaikan salam kepada sang hati
berucapkan tasbih tat kala berkasih
menghadang langit digelapnya malam
membuka hati kepada sang kasih
terbuai sunyi terlarut asa tersapu duka
terbelai lembut… sang kekasih hati…
….. ….. …..
November 4, 2009

teriring do’a bagi orang2 yang selalu berada di hati
ditengah derap langkah ku menimbang rasa
di luasnya alam yang tak henti berteriak
mencoba menembus asa yang seolah bagai hutan penuh duri
perih lirih penuh harap, tanpa harus meninggalkan jejakku yang penuh kasih
buah hati yang suci, berkah Allah yang maha pengasih
kekuatan hidup yang selalu bersuara lembut walau terkadang lelah hati ini bersambut
buah cinta yang kini mampu berbercinta
haus diriku bermanja asa, tanpa daya… ku takkan mampu berjalan sendiri
tanpa dirinya sibuah kasih tuhan
ku takkan mampu berjalan sendiri tanpa dirinya yang selalu hadir
saat mataku terpejam lemas, saat tubuh ini tak mampu menahan
Wednesday, November 4, 2009 at 2:48am
FANA
November 4, 2009

bercerita di dalam gelap
bercengkarma dengan mata yang tertutup
terhias noda dengan darah yang mengalir tanpa henti seolah beriringan menebar dosa
datang tersambut hujan rintik mengisi sore hari yang menanti untuk dilalui
sesegar udara yang membasahi rongga dada yang haus akan segarnya kefaan dunia
membuka mata tanpa tau apa yang harus dilakukan
seolah semua terbatasi oleh ruang hampa yang kosong
seolah terbatasi oleh tembok tinggi nan kokoh nan tak gertar akan gejolak jiwa
ringan terasa lembaran tempat lima jari ini berada
menengadah pada sang maha berada
berat terasa langkah ini berjalan seolah terpaku pada rasa yang tak tentu arah
fana, jiwa ini fana yang hanya terbungkus oleh benda mati yang tergerak tanpa rasa
Wednesday, November 4, 2009 at 1:00am
salam
October 20, 2009
Assalaamu’alikum wa rahmatullah wabarakatuh
indah saat terucap lembut saat tersentuh
hangat saat kau butuh, dingin saat kau acuh
terucap dengan ringan, terbentuk dengan asa
terkoyak dengan lara tersisih dengan duka
Wa’alaikum salaam wa rahmatullah wabarakatuh
menimbang angan dilapang rasa
October 20, 2009

hanyut tersapu diri
ditengah sukma sukma berkalung lirih
diantara deru langkah pengumbar cita
terlelap sunyi di bawah panasnya sang mentari
meringkuk erat memeluk jiwa yang terkoyak
gelap…
gelap jiwa dilapang rasa
gelap angan tat kala semua hadir
terpenjara di jeruji rasa
terpasung angan yang kian menggila
Ya.. Allahhu…
duduklah aku bersimbah peluh
didalam gelap yang pekat
merangkai rasa-rasa yang telah tercabik
melepas lirih-lirih yang tersisa
tanpa kata..
October 20, 2009

seiring waktu berjalan, tat kala gelap itu hadir
selama nafas berhembus seolah terhanyut dalam belaian
terpaku menghadang angin
terkoyak sesuai berucap
tat kala indah saat bersambut
seringan udara yang mengosongi rongga dada
selega anggan yang menerawang jauh menembus batas kenyataan
berdiri laksana gunung tinggi menjulang
menatap jauh angkasa
nemebar sukma di ujung senja
teguh… tegar.. tabah..
lalu terduduk…
lalu tertunduk…
kosong…
tanpa kata..
hitam
October 12, 2009

hitam itu ada..dan selalu ada
ada untuk diriku.. ada untuk orang dihati
hitam itu bagian dariku
hitam itu mengisi dan bersinergi
hitam itu ada…
kembangkan sayap hitammu
sambutlah udara dan rengkuhlah rasa
satukan nafasmu dengan kotornya dunia
ingatlah satu yang pasti
hitammu kan selalu ada
ada untuk yang satu
ada untuk slalu menjaga cahaya
cahaya yang kan slalu ada
saat hitam menjaga latar
hanya cahaya yang dapat terlihat
tanpa kau sadari hitam itu slalu ada
Monday, October 12, 2009 at 12:28pm
siang itu malam
October 7, 2009
kala datang sang cahaya aku pun tersenyum
kala datang sang gelap aku pun bersedih
yah.. akulah manusia
hanya bisa tersenyum saat senang itu hadir
dan pasti kan sedih saat malang itu hadir
siang tempatku berjalan dan berbicara
siang tempatku berbuat dosa dan penghiatan
siang tempatku tersenyum akan segalanya
lihatlah malam..
didalam gelap aku hanya tertidur
didalam gelap aku hanya terdiam
bahkan aku menangis deru seolah tiada cahaya disaat itu
2 sisi yang slalu ada,2 sisi yang slalu kan mengisi hati
hati ini hanya wadah segala rasa
hanya hati mengenal siang dan malam
kujadikan siangku adalah malam ku
tempat ku merasakan nikmatnya sakit yang hadir
rasa…
October 7, 2009
rasa…
hadir saat kau terpejam
tersadar saat kau terantuk
tersimpan saat kau berlinang ataupun tersenyum
tak kan mampu ku tuk menghindar
tak kan sanggup ku tuk mengangkat
rasa…
hanya dengan ini aku hidup
hanya dengan ini aku mampu berjalan
hanya dengan ini aku kan hancur
rasa…
bersyukur akan hadirnya
bersyukur akan nikmatnya
selama itu ada aku kan hidup selama itu ada aku kan terus berjalan
walau tergopoh ataupun berlari, itu tidak akan hilang selama itu lah aku kan bersyukur
rasa…
keindahannya…
July 5, 2009
Saat DIA berkehendak akan keindahan tiada hamba yang mampu berpaling dari keindahan itu, itulah ujian, ujian yang amat mungkin membuat kita melupakan sang pencipta dari keindahan.
Hanya dengan keteguhan iman dan penyerahan diri kepada sang pencipta, dengan lebih mendekat dan bersyukur karna merasakan keindahan yang telah DIA berikan.
Sadar bahwa DIA maha berkehendak, tak menutup kemungkinan bahwa keindahan ini akan berakhir atau keindahan ini akan di ikuti dengan cobaan yang membuat kita berburuk sangka akan keindahan yang telah DIA berikan dahulu.
Ya Allah hanya kepadaMu aku berserah diri dan bersujud, dengan segala ketororan diri ini
hanya diriMu lah yang sanggup menghapusnya…
Insya Allah…
○⌠╞ Ç µ ↓ Σ ├
June 25, 2009

Insya Allah tak pernah merasa bangga atas kepercayaan yang orang beri, tapi merasa Allah selalu menguji akan hal yang membuat kita
terkadang lupa akan KebesaranNYA.
Hati itu bukan untukku, hati itu milikNYA berikan kepadaNYA
karna DIA lah yang mampu memutar balikan hati kita.
berharap dan minta agar selalu menjaga hati kita pada tempatnya
berharap dan minta agar selalu menggenggam hati kita di tanganNYA
berharap dan minta agar selalu menegur kita
kita tidak tau akan apa yang akan DIA lakukan untuk kita, maka percayalah akan kekuasaanNYA