dari sebuah perjalanan

January 17, 2010


ketidaksengajaan itu datang begitu saja … tak diundang
bagai hujan tanpa awan, dan
bagai pelangi tanpa hujan
lalu cerita pun mengalir apa adanya
bagai alunan syair puisi sang pujangga, dan bagai lirik lagu sang pecinta …
tersenyum dalam kedamaian cinta
terlena dalam lelapnya asmara
terasa …
rintik hujan bagaikan mutiara kasih,
helai lembayung bagaikan lukisan cinta,
dan kicauan burung bagaikan bait asmara yang menggoda

cinta pun tak berhenti dipersimpangan jalan, walau aku tersudut dalam bayang-bayang itu

walau terasa indah menikmati indahnya maya
kutahu segalanya hanya sekedar angan
yang tak kan membawa masa lalu
yang kan membuat hati menjadi sembilu
yang membuat dada terasa hampa
yang membuat air mata menghiasi wajah

namun aku pun tak ingin angin slalu pergi bersama hilangnya embun dan harumnya tanah

karena pada suatu masa, aku tak ingin kau lepas dari anganku
karena segalanya begitu terasa indah, seindah suara alam yang slalu setia mendampingi kebimbangan hati …

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.